Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf a.s dan Saudara-saudaranya (1)

SD Mutiara Islam - SD Islam Surabaya
SD Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi
SD Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini :

Orang yang menghayati dan merenungkan kisah Nabi Yusuf a.s akan mendapatkan berbagai pelajaran dan hikmah yang dikandungnya. Di dalamnya juga terkandung makna ketenangan dan membuat hati manusia rindu akan hikmah seperti ini.
Pada kisah ini kita akan mengetahui bagaimana fase lahir dan hidupnya salah seorang Nabi Allah yang mulia, sejak kecil hingga ia menduduki jabatan yang sangat tinggi di masanya. Allah SWT berfirman “(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang,matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku.”
Ayahnya berkata “Wahai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, sehingga mereka akan membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi manusia”
“Dan demikianlah Rabbmu, memilih kamu(untuk menjadi Nabi) dan diajarkanNya kepadamu sebahagian dari takbir mimpi-mimpi, dan disempurnakanNya nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Yaqub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatNya kepada dua orang bapakmu sebelum itu,(yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS Yusuf ayat 4-6)
Dari sahabat Abdullah bin Umar berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Yang mulia dari anak yang mulia dari anak yang mulia dari anak yang mulia, yaitu Yusuf bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim “(HR Bukhori)
Suatu ketika Umar bin Khattab r.a masuk ke dalam masjid An Nabawi lalu dia menemukan seseorang yang sedang asyik bercerita di tengah kerumunan manusia mengenai kabar berita kaum jahiliyah dan umat-umat terdahulu. Maka Umar bertanya “Siapakah orang ini ?” orang-orang yang mendengarnya menjawab “Dia adalah seorang tukang cerita”, lalu Umar bin Khattab r.a memukulnya dengan tongkat dan berkata “Wahai musuh dirimu, apakah kamu masih saja bercerita, padahal Allah SWT berfirman “Kami ceritakan kepadamu kisah yang paling baik”(QS Yusuf ayat 3)
Kisah Nabi Yusuf a.s dapat kita bagi menjadi empat episode : episode pertama yaitu berpisah dengan ayahnya selama empat puluh tahun. Selama itu mereka sama sekali tidak pernah berjumpa
Episode kedua, Nab Yusuf a.s difitnah berzina dengan istri penguasa yang sangat cantik rupawan yang berusaha menggodanya
Episode ketiga, masuk penjara karena Allah, dan dia memilih keluar karena keridhoan Allah.
Episode keempat, Nabi Yusuf a.s menduduki jabatan tinggi.
Mimpi Nabi Yusuf a.s
Al Qur`an membawa kita menceritakan Nabi Yusuf dan ayahnya,Nabi Yaqub. Allah berfirman “(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang,matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS Yusuf ayat 4)
Yusuf terbangun dari tidurnya. Waktu itu dia masih berusia sekitar sepuluh tahun. Lalu dia duduk di depan ayahnya. Yang menakjubkan, kalau ada seorang anak kecil yang bermimpi melihat sesuatu di dalam tidurnya dan dia merasa gembira maka dia akan menceritakannya kepada ayah dan ibunya. Bahkan, sebagian dari mereka sering menambah atau mengurangi cerita di dalam mimpinya tersebut.
Adapun Yusuf, ia sama sekali tidak mengurangi dan menambahi kisah mimpinya. Dia duduk di hadapan ayahnya dan berkata “Wahai Ayah, tadi malam saya bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan di langit kulihat semuanya bersujud kepadaku”
Serta merta ayahnya terperanjat dan merasa khawatir setelah mendengarkan kisah ini, lalu dia mencernanya dengan cerdas, karena dia adalah salah seorang Nabi Allah, dan dia mengetahui bahwa anaknya ini akan menempati posisi yang sangat mulia dan dia akan menjadi pewarisnya sebagai Nabi Allah SWT.
Nabi Yaqub a.s sangat khawatir kalau Yusuf menceritakan kisah mimpinya ini kepada saudara-saudaranya, lalu setan akan menjerumuskan mereka dan merusak hubungan di antara mereka, kemudian Nabi Yaqub a.s berkata kepada anaknya itu seperti dalam QS Yusuf ayat 5-6 “ Ayahnya berkata `Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar(untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Dan demikianlah Rabbmu memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkanNya kepadamu sebagian dari tabir mimpi-mimpi dan disempurnakanNya nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Yaqub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatNya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS Yusuf ayat 5-6)

SD Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini .
Bagikan ke teman :
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...